Jumat, 17 Februari 2012

kerjaaaaa..... ^,^

Salah satu sudut meja kerjaku
It's seems so routine.. ^^

Ya.., yang namanya kerja kantoran pastilah rutin dikerjakan. Senin-Jum'at 07.30-16.00. Terkadang rasanya jenuh dan beberapa kali terasa kebangetannya. 

Tapi dari sekian itu, kerutinan ini justru sangat membantuku hidup teratur, makan teratur, dan merencanakan segala sesuatunya. Predictable.

Bekerja kantoran pastilah kita ga' bisa over-inisiatif atau ber-manuver untuk pekerjaan kita. Ada track yang harus kita patuhi. Untuk otak kiriku pastilah sangat nyaman. Tapi, bagaimana dengan otak kananku?

Hmm.., berontakah ia..??

Alhamdulillah.., terkadang aku kebagian tugas untuk bikin desain booklet, video profil, ataupun bikin contoh desain seragam untuk diajukan. Meskipun belum tentu ada hasilnya sesuai maksud dan tujuan yang ingin aku capai. Setidaknya tugas itu, membuat otakku lebih seimbang.

Selain dari itu, pintar-pintarlah untuk mencari kegiatan di luar pekerjaan kantor. Tapi saat ini, hal itu masih sulit aku kerjakan juga. Kuliah setelah kerja di kantor seharian, benar-benar menyita waktu. Rasanya, kadang-kadang, otakku telah berasap mengepul... ~,~

Ingin segera mengakhirinya... Semangat..!!

Bukan mengakhiri pekerjaannya ya... Tapi, kuliahnya. Semoga cepat lulus..!! v{^,~}

Sesuatu yang sempurna itu adalah sesuatu yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Sesuatu itu menjadikan kita lebih baik pastinya.

Apakah pekerjaan ini sempurna.. Hmm... Masih sulit untuk dijawab. Yang pasti, pekerjaan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan aku masih harus belajar agar pekerjaan ini menjadikan aku pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat.

Tapi, dari sekian panjang perjalanan berada di dunia kerja, rasanya ini akan kupertahankan dan akan kuperjuangkan. Hehe...

Mmm.., hingga akhirnya bab-nya harus berganti. Jika Allah berkehendak.

Jadikan pekerjaan ini sebagai jalan untuk meraih ridha Allah. Aamiiiiiin......

Sabtu, 14 Januari 2012

Merindu Mentari

Dalam sepinya ruang hatiku.., aku menatap langit. 
Hanya ada mendung menyelimuti bumi tempatku berpijak.
Awan hitam tebal menyelubungi langit.
Aku berusaha mengamati...
Memicingkan mataku, mencari-cari.
Kemana mentari pergi?
Masihkah ia di sana?
Menunggu waktu yang tepat untuk menyinari bumiku.
Mengumpulkan cahayanya yang paling hangat, untukku, untuk mencerahkan bumiku.
Tapi nyatanya...
Mentari tak ada saat ini.... 
Dan aku merindu mentari yang mencerahkan hariku kala awan hitam tak mampu menutupi cahayanya.

@depan komputer tiba-tiba, 14 Januari 2012

Rabu, 28 Desember 2011

Aku, Cheryl, dan Bintang

Hari ini, hari Senin, 26 Desember 2011... Rencana yang sudah tersusun sedikit berantakan karena ada yang 'ada-ada aja'. Berpikir untuk segera pulih dari kebetean ini...

Agak sedikit bingung ketika rencana semula harus sedikit terganggu, rencana hang-out dengan bintang. Ibu meminta aku untuk jadi nanny-nya Cheryl all the day. Tapi Cheryl selalu jadi anak manis yang centil, meski ga bisa diam tapi masih bisa terawasi.

Habis jemput Cheryl, aku meluncur dahulu ke cibadak nganterin mba. Cuacanya sudah terasa panas. Kasian Cheryl kepanasan. Setelah itu, ke stasiun jemput bintang.

Berhubung ada yang ribut pengen makan, neng Cheryl yang imut, rencanapun langsung menuju tempat makan. Rencana mau benerin tape mobil ga jadi deh... Tapi sebelumnya, ke ATM dulu di Istiqomah, dompetnya dah kosong... :)

Sampailah kita di Giggle Box, tanpa mba tentunya. Just the three of us: aku, Cheryl, dan Bintang. Kita minta duduk di no-smoking area dunk.., masa mau menghirup asap rokok gratis. No no no... x_x


Di pojok area kita duduk, di sofa panjang aku dan cheryl serta di seberang adalah Bintang. Kita pun memilih menu dan makan.


Rencana makan sambil curhat tetep jalan tapi terbagi juga dengan 'mengawasi' Cheryl yang begitu makannya dirasanya beres langsung jalan-jalan kesana-kemari nyari temen bergaul.

Setelah beres di Giggle Box dan berencana sholat di masjid, tiba-tiba ada yang pengen 'pup' di Giggle Box. Oh no, toiletnya kecil banget. Akhirnya Cheryl pun dibujuk untuk 'pup' di masjid aja. Berhubung di Pusdai ada nikahan, ya sudah meluncur ke Salman.

Sampailah di Salman...

Ngurusin 'pup'-nya Cheryl dulu deh... Subhanallah... ;)

Terus..., sholat dzuhur deh kita... Sebelumnya wudhu dulu dan baju Cheryl pasti basah. Jadi diganti dulu deh biar ga masuk angin.


Sejenak ambil uang di ATM yang ada di area kampus ITB, Cheryl yang pinter pengen tauuu aja.., gimana caranya ambil uang di ATM.


After that, sambil iseng-iseng kita jalan-jalan ke dalem lagi. Ga lupa,  foto-foto gitu dh... Kebetulan mahasiswanya lagi pada libur kuliah jadi sepi deh kampusnya.








Berhubung adzan Ashar memanggil, jadi kita shalat Ashar deh dan mengakhiri kisah kita hari ini. Kali ini Cheryl ga wudhu, soalnya setiap wudhu bajunya pasti basah. Sayang kalo harus ganti lagi... ;p

***

Bintang alias Tante Dini.., 4 atau 5 tahun yang akan datang, yang akan kita ajak hang-out bareng mungkin anak-anak kita sendiri. Kalo nanti dah lebih atau sama dengan 2, ayahnya kita ajak juga biar mereka yang jagain... :D

Makasih ya nie.., udah mau berbagi segalanya denganku... luv u always coz Allah...

Cheryl..., meski Tante Nia yang harus anter-jemput Cheryl, jagain Cheryl... tapi Cheryl yang ngasih banyak kesempatan dapet berbagai pelajaran untuk Tante Nia. Thanks sayang...


Love both of u.., keep writting something in my chapter of life... mmuuaacchh.... ;*

Kamis, 15 Desember 2011

Sang Penasaran


Saat rasa itu membuncah
Wahai sang penasaran
Otakku beku memikirkannya
Cara, trik, atau entahlah namanya
Yang dapat membuatku tersadar
Menyingkirkanmu
Menghapusmu
Wahai sang penasaran

Aku berharap keajaiban datang
Memberi jawaban
Singkat dan bermakna untukmu
Namun rasanya bodoh
Ketika itu hilang begitu saja
Karena tak akan pernah kutemukan
Jawaban yang sesungguhnya

Selasa, 06 Desember 2011

Karena Hanya Manusia












Padamu takkan kutambatkan harapan itu
Karena engkau hanya manusia
Padamu tak kubiarkan anganku membiru
Karena aku hanya manusia

Manusia hanyalah manusia
Allah lah Sang Maha Pencipta
Hanya untuk NYA harapanku berada
Agar hati ini tidak akan terluka

23 Okt 2011, maghrib @ parent's room

Sabtu, 12 November 2011

Adera - Lebih Indah


Lirik Lagu Adera Lebih Indah

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu

Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu

Reff:
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Back to Reff:

Kaulah yang terbaik untukku

Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

Back to Reff:

#suka lagu ini...
Menyukai lagu ini bukan karena liriknya yang menceritakan tentang hadirnya seseorang yang baru, yang dapat merubah hidup. Mari kita kesampingkan itu.
Lagu ini menggambarkan sesuatu yang optimis terdengar mulai dari musiknya. Musiknya yang ng-beat, membuat kesedihan yang diungkapkan di awal seolah tidak ada artinya. Lebih penting apa yang ada kemudian. Tentang apa yang bisa Allah berikan kepada kita. Sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kita harus meyakini itu. InsyaAllah...

Rabu, 02 November 2011

My Best Friend's Wedding [Part 2]

Untuk Seorang Sahabat di 21 Desember 2008

Satu hari datang dalam hidupmu. Hari ini tetaplah sama 24 jam. Matahari masih terbit di timur dan tenggelam di barat. Dan kita masih bisa menghirup udara gratis yang Allah berikan.

Hari ini berbeda untukmu, pagi ini terasa begitu panjang, waktu berjalan terasa lambat, jantungmu berdegup kencang, dirimu berhiaskan keikhlasan tapi berharap-harap cemas, bibirmu mengucap do’a menambah keyakinan akan langkahmu.

Kau duduk di ruang itu menunggu sang pilihan hati menggenggam erat sang wali dan mengucap janji yang begitu agung, mitsaqan ghaliza.

Seketika melintas episode-episode sebelumnya. Hari-hari yang diisi shaum sunnah agar semakin dekat dengan-NYA. Ayat-ayat suci mengalun dari bibirmu yang menggetarkan jiwa. Dzikir-dzikir terlisankan dari hati yang menenangkan. Malam-malam bermunajat dengan Sang Rabb memohon petunjuk. Buku-buku sebagai bekal ilmu menuju mahligai indah. Cerita-cerita orang terpilih sebagai penguat langkahmu.

Ada episode ketika dalam diri membuncah berupa-rupa rasa saat harus melintasi jalan-NYA menuju gerbang ini. Excited, takut, optimis, harap, malu, senyum, deg-degan, berganti-ganti mewarnaimu atau bahkan muncul bersamaan di waktu yang sama. Dan pertanyaan itu muncul untuk hatimu, bagaimana jiwa harus memaknainya?

Dirimu yakin Allah akan senantiasa memberikan jalan dalam pilihan ini tetapi terkadang syaitan terlalu cerdik dalam menggodamu, membisikkan keraguan, mengikis keyakinanmu. Dan kepasrahan serta istiqamahanmulah yang membuat-NYA menunjukan jalan hingga ke hari ini. Mempertemukanmu dengan sang pilihan hati.

Dan perjuangan inilah yang selayaknya membuat semakin kuat dan tegar penuh kesabaran dan syukur dalam melangkah bersama sang pilihan hati.


Butuh lebih dari sekedar cinta untuk memasuki mahligai indah ini. Dibutuhkan cinta-NYA agar kokoh diterjang badai. Kekasih-NYA-lah yang akan menjadi sepasang kekasih layaknya Muhammad dan Khadijah, Ali dan Fatimah, ataupun Yusuf dan Zulaikha.


Senyum dan do’aku untuk sahabat tercinta..


Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khair