Tampilkan postingan dengan label segaris goresan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label segaris goresan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

...


Terkadang lelah itu ada
Bukan untuk pergi selamanya
Mungkin hanya terdiam sejenak
Tanpa ada kamu di benakku
Cukup terdiam tanpa kata
Tanpa sebuah nama, namamu
Hanya ada aku dan aku
Juga harapan tanpamu
Biarkanlah sejenak saja
Hingga aku mampu kembali
Kembali tersenyum ringan
Dan melukis sebuah harapan
Denganmu atau tanpamu
Tapi selalu ada do'a untukmu
Do'a melirihkan namamu
Yang tak mudah terlupakan




#latepost - 12 Februari 2015 20:45

Selasa, 02 September 2014

Di Sampingmu

Aku tidak pernah ingin di belakangmu
Hanya memandangi punggungmu
Tanpa melihat ekspresi bibirmu
Tanpa membaca apa yang tersirat di matamu

Aku tidak pernah ingin di depanmu
Hanya membiarkan kau mengikutiku
Tanpa menjadi petaku
Tanpa menjadi kompasku

Aku ingin selalu di sampingmu
Membersamai langkah-langkahmu
Begitu mudah kau genggam tanganku
Begitu mudah kau rangkul dengan lenganmu

Aku ingin selalu di sampingmu
Terlihat ketika kau menoleh sedikit
Tak jauh untuk mendengarkan ucapanmu
Tak jauh untuk mengungkapkan rasaku



2 September 2014,, untuk seseorang yang (mungkin) belum aku tahu namanya dan di mananya serta kapan bertemunya. ;)



Kamis, 27 Juni 2013

Bunyi


Bunyi itu mengalun lembut tapi tegas
Sejak saat itu
Saat dirimu memulainya
Bunyi itu terus kembali
Setiap bunyi membawa pesan
Pesan biasa
Pesan serius
Pesan lucu
Bahkan....
Pesan konyol
Senja, malam, pagi, siang, sore, hingga kembali senja
Membiasakanku mendengarnya
Senang? Ya....
Seolah ada yang mengisi satu sisi hidupku
Kaget? Terlebih lagi.
Bukan aku terbiasa begini
Kemudian setelah itu tidak sama lagi
Bunyi itu tergerus waktu
Tidak sama lagi
Kembali pada titik awal
Tapi rasanya tidak pernah sama
Aku pernah mendengarnya
Bunyi itu pernah hadir
Dan kini pergi
Seucap andai terngiang
Andai bunyi itu tidak pernah hadir

Jumat, 29 Juni 2012

Apa Kabar Hati

Hei.., hati...
Apa kabarmu saat ini
Kemana kau telah bertaut
Masihkah kau berlayar

Aku ingin mengintip
Sedikit saja...
Apa yang sedang kau lakukan
Apa yang ada di relungmu

Hei...
Aku melihatmu
Aku melihatmu merenung
Aku melihatmu mencari-cari

Kau mengintipnya
Seseorang yang telah pergi
Kau relakan kepergiannya
Namun terkadang kau hanya ingin sekedar tahu

Dan yang lain...

Kau menatapnya
Bertanya pada gambar yang membisu
Tentang masa depan kalian
Tentang ia yang belum pasti

Dan yang lain...

Kau menerawang jauh
Mereka-reka kemungkinan yang lain
Adakah sesuatu yang tiba-tiba
Tiba-tiba menjadi pelabuhanmu

Hati...
Kuharap kau bersabar
kuharap kau tetap semangat
Kuharap kau akan tetap mencari

Hati...
Ia ada di sana
Hati yang lain untukmu
Ia menunggumu

Hati...
Allah takkan salah
Tentang perjuanganmu
Itu akan ada akhirnya

Hati...
Aku akan tetap bersamamu
Merajut masa depan
Merajut cinta dengan hati


28 Juni 2012

# love is Allah bless, only Allah can give u the trully love... ;*

Kamis, 28 Juni 2012

Cinta dan Hujan


Terkadang cinta seperti hujan
Menitik di tanah kemudian menguap
Dan tergantikan dengan hujan berikutnya
Begitu dan kemudian begitu

Tapi...
Tak selamanya kan kubiarkan begitu

Suatu hari nanti...
Akan kutaruh hujan itu dalam bejana
Bejana yang akan membekukannya abadi
Hingga tak akan pernah menguap

Kapan kah itu .. ??

Akan kunantikannya...
Saat kutahu hujan itu memang ingin tetap dalam bejana
Tak menguap
Tak pergi
Tetap di sana

27 Juni 2012

Selasa, 03 April 2012

Mencintai Dalam Diam

Aku hanya ingin satu hal
Mencintaimu dalam diamku
Diam dalam berdo'a
Bukan lantang menyuarakannya
Hanya lirih saja
Nyaris tanpa suara
Namun Allah begitu paham
Akan semua yang kupinta

Biarlah aku menjadi Fatimah
Mencintai Ali dalam diamnya
Diam yang membendung syaitan
Dengan segala tipu dayanya

Meski aku hanya wanita biasa
Tidak punya hati mulia
Begitu lemah dalam godaan
Begitu rapuh dan ringkih

Biarlah aku menjadi Fatimah
Berusaha begitu...
Seperti wanita mulia, Fatimah
Mencintai Ali-ku dalam diamku

3 Jan 2012

*after the deeply-sweet conversation with my little stars-dini..selalu bersamamu.. ^^

Sabtu, 14 Januari 2012

Merindu Mentari

Dalam sepinya ruang hatiku.., aku menatap langit. 
Hanya ada mendung menyelimuti bumi tempatku berpijak.
Awan hitam tebal menyelubungi langit.
Aku berusaha mengamati...
Memicingkan mataku, mencari-cari.
Kemana mentari pergi?
Masihkah ia di sana?
Menunggu waktu yang tepat untuk menyinari bumiku.
Mengumpulkan cahayanya yang paling hangat, untukku, untuk mencerahkan bumiku.
Tapi nyatanya...
Mentari tak ada saat ini.... 
Dan aku merindu mentari yang mencerahkan hariku kala awan hitam tak mampu menutupi cahayanya.

@depan komputer tiba-tiba, 14 Januari 2012

Kamis, 15 Desember 2011

Sang Penasaran


Saat rasa itu membuncah
Wahai sang penasaran
Otakku beku memikirkannya
Cara, trik, atau entahlah namanya
Yang dapat membuatku tersadar
Menyingkirkanmu
Menghapusmu
Wahai sang penasaran

Aku berharap keajaiban datang
Memberi jawaban
Singkat dan bermakna untukmu
Namun rasanya bodoh
Ketika itu hilang begitu saja
Karena tak akan pernah kutemukan
Jawaban yang sesungguhnya

Selasa, 06 Desember 2011

Karena Hanya Manusia












Padamu takkan kutambatkan harapan itu
Karena engkau hanya manusia
Padamu tak kubiarkan anganku membiru
Karena aku hanya manusia

Manusia hanyalah manusia
Allah lah Sang Maha Pencipta
Hanya untuk NYA harapanku berada
Agar hati ini tidak akan terluka

23 Okt 2011, maghrib @ parent's room

Sabtu, 12 November 2011

Adera - Lebih Indah


Lirik Lagu Adera Lebih Indah

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu

Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu

Reff:
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Back to Reff:

Kaulah yang terbaik untukku

Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

Back to Reff:

#suka lagu ini...
Menyukai lagu ini bukan karena liriknya yang menceritakan tentang hadirnya seseorang yang baru, yang dapat merubah hidup. Mari kita kesampingkan itu.
Lagu ini menggambarkan sesuatu yang optimis terdengar mulai dari musiknya. Musiknya yang ng-beat, membuat kesedihan yang diungkapkan di awal seolah tidak ada artinya. Lebih penting apa yang ada kemudian. Tentang apa yang bisa Allah berikan kepada kita. Sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kita harus meyakini itu. InsyaAllah...

Rabu, 02 November 2011

My Best Friend's Wedding [Part 2]

Untuk Seorang Sahabat di 21 Desember 2008

Satu hari datang dalam hidupmu. Hari ini tetaplah sama 24 jam. Matahari masih terbit di timur dan tenggelam di barat. Dan kita masih bisa menghirup udara gratis yang Allah berikan.

Hari ini berbeda untukmu, pagi ini terasa begitu panjang, waktu berjalan terasa lambat, jantungmu berdegup kencang, dirimu berhiaskan keikhlasan tapi berharap-harap cemas, bibirmu mengucap do’a menambah keyakinan akan langkahmu.

Kau duduk di ruang itu menunggu sang pilihan hati menggenggam erat sang wali dan mengucap janji yang begitu agung, mitsaqan ghaliza.

Seketika melintas episode-episode sebelumnya. Hari-hari yang diisi shaum sunnah agar semakin dekat dengan-NYA. Ayat-ayat suci mengalun dari bibirmu yang menggetarkan jiwa. Dzikir-dzikir terlisankan dari hati yang menenangkan. Malam-malam bermunajat dengan Sang Rabb memohon petunjuk. Buku-buku sebagai bekal ilmu menuju mahligai indah. Cerita-cerita orang terpilih sebagai penguat langkahmu.

Ada episode ketika dalam diri membuncah berupa-rupa rasa saat harus melintasi jalan-NYA menuju gerbang ini. Excited, takut, optimis, harap, malu, senyum, deg-degan, berganti-ganti mewarnaimu atau bahkan muncul bersamaan di waktu yang sama. Dan pertanyaan itu muncul untuk hatimu, bagaimana jiwa harus memaknainya?

Dirimu yakin Allah akan senantiasa memberikan jalan dalam pilihan ini tetapi terkadang syaitan terlalu cerdik dalam menggodamu, membisikkan keraguan, mengikis keyakinanmu. Dan kepasrahan serta istiqamahanmulah yang membuat-NYA menunjukan jalan hingga ke hari ini. Mempertemukanmu dengan sang pilihan hati.

Dan perjuangan inilah yang selayaknya membuat semakin kuat dan tegar penuh kesabaran dan syukur dalam melangkah bersama sang pilihan hati.


Butuh lebih dari sekedar cinta untuk memasuki mahligai indah ini. Dibutuhkan cinta-NYA agar kokoh diterjang badai. Kekasih-NYA-lah yang akan menjadi sepasang kekasih layaknya Muhammad dan Khadijah, Ali dan Fatimah, ataupun Yusuf dan Zulaikha.


Senyum dan do’aku untuk sahabat tercinta..


Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khair

Selasa, 01 November 2011

My Best Friend's Wedding [Part 1]

Sudah kesekian kali aku terlibat dalam persiapan pernikahan sahabat-sahabatku. Terutama karena aku bisa desain grafis dan membuat undangan, sehingga terkadang mereka minta dibuatkan desain undangan hari bahagia itu. Dan entah mengapa gambaran mengenai desain undangan itu dapat muncul dalam imajinasiku ketika memang sahabat-sahabatku sudah pasti menuju pernikahan atau sudah dikhitbah.

Tapi bukan hanya itu saja keterlibatanku dalam agenda besar sahabat-sahabatku ini. Mendengar keluh kesah dan kegundahan mereka dan memberi saran seputar pernak-pernik ‘wedding day’ adalah hal yang terkadang aku lakukan untuk mereka.

Dari pengalaman sahabat-sahabatku, aku jadi tahu bagaimana panas-dingin, asem-manis, empuk-keras, hingga kehebohan mempersiapkan pernikahan. Terkadang aku tergelitik untuk mencobanya. Tapi aku sadari kesiapan hati lebih diutamakan karena ini bukan episode hidup biasa. Dan tidak semua episode memiliki script dan set yang sama, toh pemerannya saja berbeda. Tapi semuanya memiliki kisah indah dan hikmah tersendiri.

Ya.., semoga hal-hal indah ini menjadi landasan bagi kita untuk tetap tegar ketika kaki sudah lelah berpijak dalam ikatan ini.

Yang terkadang lucu tapi nyata adalah terkadang aku memberi saran mengenai menghadapi pernikahan dan mendidik buah hati. Padahal aku sendiri hingga saat ini belum melangkah ke jenjang tersebut. Saran-saranku itu selalu aku ikuti dengan kalimat, “Tapi gak tau ya.., kan aku belom ngalamin. Itu sih yang aku tau aja dari orang-orang, buku, televisi, radio, ataupun internet. Cuma sekedar saran. Semuanya kembali pada yang menjalani.”

Tapi episode ‘Pernikahan” sahabat-sahabatku ini akan menjadi lembaran pembalajaranku. Semoga ketika aku menghadapinya, pengalaman aku bersama sahabat-sahabatku adalah guru yang terbaik.

Selamat menjalani Mahligai Indah ini ya.., kelak ingatkan aku untuk menjaga keindahannya.