Ditulis bertepatan dengan 17 Ramadhan 1433 Hijriyah. 8 tahun Hijriyah berhijab. ^^
17 Ramadhan 1425 Hijriyah atau bertepatan dengan 30 Oktober 2004 Masehi, dimana
sebuah momen istimewa terjadi. Sebuah langkah dimulai. Langkah yg bukan
hanya baik tapi itu adalah langkah cantik bagi seorang muslimah.
Setelah muncul keinginan itu sejak awal tahun tersebut yang cukup kuat,
maka pergelutan dalam hati pun masih terjadi. Keinginan baik dan nafsu
bertarung dalam hati.
Keinginan baik akan menambah lagi kewajiban untuk ditunaikan, rupanya
masih selalu dihinggapi godaan syaithan. Pikiran-pikiran yang
menkerdilkan hati, menggerus tekad yang sedang dipupuk.
'Klo pake jilbab, ntar harus kalem kayak jilbaber itu. Aku kan gak kalem orangnya!'
'Bajunya koq gitu semua ya. Bukan gw banget.'
Pikiran-pikiran seperti itulah yang sering muncul. Pikiran syaithan laknatullah. :D
Tapi pada saat itu, saya tahu keinginan untuk berhijab pun sudah semakin
kuat dalam hati. Sayapun berusaha mencari banyak referensi agar
menguatkan niat saya tersebut. Bahkan saya memasang target agar pada
akhirnya saya dapat paksakan diri saya sendiri.
'Mau tidak mau, pokoknya pada saat milad saya 20 Desember 2004, saya harus sudah berhijab!'
Itulah deadline saya, karena pada saat itu umur saya menginjak angka 21. Sudah lewat jauh dari masa baligh.
Perjalanan untuk sampai pada titik ini memanglah tidak mudah. Butuh proses. Butuh perjuangan.
Meski kakak saya yang berbeda umur 1 tahun telah mengenakannya sejak
SMA, tapi belum dapat menularkannya pada saya. Hati saya terlalu kerdil
saat itu, masih memikirkan kesempurnaan dari para jilbaber. Padahal kan
manusia punya kelebihan dan kekurangan. Sayalah yang seharusnya berusaha lebih
baik, tanpa memandang orang lain.
Dalam perjalanan menguatkan azzam itulah saya berusaha mencari banyak
referensi. Salah satunya buku 'Agar Bidadari Cemburu Padamu' karya dari
Sallim A. Fillah. Dalam buku itu saya membaca secuil kisah mengenai
Aisyah ra., istri Rasulullah saw. Digambarkan bahwa Aisyah ra. adalah
sesosok perempuan cerdas yang tetap enerjik. Ternyata tidak harus selalu
kalem. Dan diceritakan juga bahwa hijab bukanlah topeng. Kita tetap
dapat menjadi diri kita sendiri, tapi tentunya dalam frame yang baik.
Seketika saya bersyukur, bahwa saya tidak harus menjadi orang lain untuk berhijab. Tetapi menjadi diri saya yang lebih baik.
Hati sayapun semakin terbuka dengan menyadari apa yang sudah Allah
SWT. berikan selama ini pada saya. Begitu banyak kebaikan. Begitu banyak
kebarokahan.
'Terus.., kenapa saya begitu sombong tidak menjalankan kewajiban?'
Apa yang harus saya lakukan kan kewajiban saya. Semua kenikmatan yang
Allah SWT. berikan bukan kewajiban Allah SWT. untuk diberikan kepada saya.
Jiwa yang membuncah dan gemuruh hati semakin menjadi, ketika saya sholat
ataupun tidur, muncul simbol keyakinan lain yang begitu besar. Saya
sedikit ketakutan.
'Saya mau meninggal sebagai muslim. InsyaAllah muslim yang baik.'
Untuk menjadi muslim yang baik, maka harus memenuhi kewajibannya. Sebagai muslimah, salah satunya ya berhijab.
Dorongan itupun semakin membahagiakan hati, ketika saya melihat betapa
cantiknya muslimah berhijab. Mungkin bukan ukuran fisik, tapi terlihat
punya kecantikan yang menarik. Dan hijab bisa disesuaikan dengan
kepribadian kita dengan tetap syar'i tentunya.
Jika saat ini saya ditanya, "Bagaimana rasanya berhijab?"
Saya akan menjawab.., "Saya bangga!! Dan juga bersyukur."
Karena berhijab itu butuh perjuangan. Perjuangan melawan hawa nafsu.
Melawan godaan-godaan syaithan. Hal ini bisa dibuktikan dengan kenyataan
bahwa tidak semua muslimah mampu berhijab. Itu artinya berhijab gak
mudah kan..?!
Mempertahankan hijab pun adalah perjuangan berikutnya. Bertahan tanpa
melepasnya untuk alasan apapun. Di luar sana, terkadang ada yg berhijab
kemudian melepasnya. Artinya mereka belum cukup kuat untuk
mempertahankan apa yang baik bagi mereka.
Berhijab yang syar'i. Berusaha untuk tetap syar'i meski disesuaikan
dengan kepribadian. Berhijab telah menjadi fenomena di negara ini.
Banyak muslimah menutup kepalanya, tetapi tidak semua sesuai dengan
syar'iatnya.
Berhijab itu sederhana tetapi butuh perjuangan yang cukup besar agar dapat berhijab yang syar'i. Dan kelak, dengan berhijab juga maka akhlak kita akan terjaga. Semakin baik dan baik. InsyaAllah.
Semoga Allah SWT. senantiasa melipahkan taufik dan hidayah dalam mempertahankan kewajiban. Istiqomah di jalan-NYA.
Ingin selalu memekikan semangat itu...
"Hijab to the world !!"