Rabu, 04 Januari 2023

I'm Back..!!

 Assalamu'alaykum wr wb

Foto : milik pribadi

Udah lama banget gak nulis apapun di blog ini. Kesibukan selama ini betul-betul menguras energi dan waktu serta menyisakan hasrat untuk rebahan dan nonton aja.. He..

InsyaaAllah.., mulai nulis lagi yuk. Mulai berbagi kisah yang diharapkan bisa bermanfaat untuk orang lain atau sekedar mengungkapakan apa yang terpendam di hati. Yuk.., semangat yuk..!!

Karena sudah sekian tahun berlalu, sudah banyak yang terjadi, dan saya pun (semoga) semakin dewasa, maka kita perbaharui blog ini dengan suasana yang lebih sesuai untuk saat ini bagi saya.

Selamat menikmati ya... Dan.., semangat untuk diri saya sendiri..!!  

Love... ❤

Wassalamu'alaykum wr wb

Rabu, 25 Februari 2015

...


Terkadang lelah itu ada
Bukan untuk pergi selamanya
Mungkin hanya terdiam sejenak
Tanpa ada kamu di benakku
Cukup terdiam tanpa kata
Tanpa sebuah nama, namamu
Hanya ada aku dan aku
Juga harapan tanpamu
Biarkanlah sejenak saja
Hingga aku mampu kembali
Kembali tersenyum ringan
Dan melukis sebuah harapan
Denganmu atau tanpamu
Tapi selalu ada do'a untukmu
Do'a melirihkan namamu
Yang tak mudah terlupakan




#latepost - 12 Februari 2015 20:45

Jumat, 23 Januari 2015

Dekat Di Hati


Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun kau dekat di hati

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
dekat di hati
dekat di hati 

***

Lagu ini tuh sukaaa bangeut pake bingits bin beuuudddd...

Apa sih yang bikin suka? Liriknya? No. Buat aku sih musiknya okeh banget. Easy Listening. Agak ng-Swing terus diiringi instrumen orkestra juga. Bikin betah ngedengerinnya.

Banyak orang ngira kalo aku suka lagu ini karena aku salah seorang pelaku LDR. Tapi aku gak ngerasa gitu ah. LDR-an ma siapa ya? Ada yang maukah? He...

Kalopun liriknya diganti, aku bakalan tetep suka lagu ini. Tapi tetep liriknya harus pas dunk ma musiknya. Kalo liriknya jadi aneh pun bakalan ngerusak lagunya.

Gak peduli ah mau pada ngira apa... Pokoknya suka banget ma lagu ini ampe dijadiin alarm buat bangun pagi biar semangat ngadepin harinya. Tapi bukannya cepet bangun, malah dengerin dulu lagunya ampe selesai... Hehehe...


Senin, 29 September 2014

AKU, KAU & KUA


Pas liat iklan coming soon-nya film ini langsung deh kepo nyari thriller-nya. Searching di dunia maya dan nonton thriller-nya yang bodor langsung deh pengen nonton. Beberapa hal yang terjadi belakangan dan nge-stuck di otak tuh rasanya pengen disingkirkan.

Setelah bikin janji ma anak-anak dan susahnya nyari jadwal bersama, akhirnya Senin, 22 September 2014 cuma nge-date berdua aja sama My Sweety Tini Wini Biti, Nitaku. Kita terpaksa nonton di Empire XXI, sebagai tempat yang dirasa paling strategis buat kita berdua.

Theater 3 pun cukup lowong, selain karena itu hari senin, film ini pun sudah diputar di bioskop selama 10 hari. Jadi cukup nyaman deh nontonnya. Meski saya rasa agak panas, AC-nya cuma sepoi-sepoi aja.

Heuuummm, kali ini saya bukan mau ngebahas jalan cerita dari film ini tapi lebih ke apa yang saya rasa, alami, ataupun saya dapati dari film ini. Kalo mau tau jalan ceritanya, tonton aja masing-masing ya.

Ta'aruf itu gak perlu pake jatuh cinta dulu, cukup kita punya ketertarikan dengan seseorang tersebut dan berusaha saling mengenal secara jujur apa adanya. Cinta bisa kita bangun ketika telah menikah. Kalo kita ta'aruf dan akhirnya tidak berakhir di pernikahan maka kita bisa tetep temenan. Karena intinya, semua kita lakukan karena Allah.

Dan ta'aruf itu tetep bukan pacaran islami karena tidak ada istilah pacaran dalam islam. Pacaran itu banyak godaannya, salah satu contohnya Jerry yang 'tangannya nakal' ke Mona dan pas Mona nolak disentuh dan ngajak nikah malah diputusin deh ma Jerry. Akhirnya Jerry nikah karena pacarnya hamil duluan. Aaahhh, pilu banget seperti gambaran sebagian remaja sekarang ini.

Ta'aruf itu punya aturan. Ta'aruf itu punya batasan. Ta'aruf itu bukannya gabisa ngapa-ngapain juga alias cuma kirim-kirim biodata via orang ketiga. Mau ketemu dan ngobrol boleh. Mau makan bareng boleh. Syaratnya sih gak berduaan ajah. Kan entar yang ketiganya syetaannnn... =)) Dan tetep jaga sikap karena lawan jenis kita itu belum halal buat kita.

Asli deh kalo menurut saya film ini bagus untuk memahamkan pada banyak orang, terutama remaja, tentang ta'aruf. Bahasanya ringan dan tidak memaksa. Dikemas dalam komedi juga, jadi bisa keketawaan dengan aksi polosnya Deon, tingkah lucunya Pepi, dan sebagainya. Saya aja ketawa ampe keluar air mata. Dan.., masih ada adegan yang menyentuh hati saya juga. Gak kecewa deh nonton ini.

Teruuusss..., semoga banyak yang nonton dan bisa mengambil pelajaran dari film ini. Setelah memahami 'dasarnya banget' dari ta'aruf, semoga kita bisa melangkah pada tahap berikutnya. InsyAllah.


Selasa, 02 September 2014

Di Sampingmu

Aku tidak pernah ingin di belakangmu
Hanya memandangi punggungmu
Tanpa melihat ekspresi bibirmu
Tanpa membaca apa yang tersirat di matamu

Aku tidak pernah ingin di depanmu
Hanya membiarkan kau mengikutiku
Tanpa menjadi petaku
Tanpa menjadi kompasku

Aku ingin selalu di sampingmu
Membersamai langkah-langkahmu
Begitu mudah kau genggam tanganku
Begitu mudah kau rangkul dengan lenganmu

Aku ingin selalu di sampingmu
Terlihat ketika kau menoleh sedikit
Tak jauh untuk mendengarkan ucapanmu
Tak jauh untuk mengungkapkan rasaku



2 September 2014,, untuk seseorang yang (mungkin) belum aku tahu namanya dan di mananya serta kapan bertemunya. ;)



Jumat, 11 Juli 2014

'Teman' atau 'Teman Hidup'

Cuma ada 'teman' atau ' teman hidup'

Prinsip itu pernah saya ungkapkan ke beberapa orang. Yang kebanyakan kepada teman seorang yang satu jenis saya, perempuan. Satu lawan jenis yang saya ingat pernah saya ungkapkan tentang prinsip ini, adalah seseorang yang bertanya duluan kepada saya mengenai apakah penting untuk saya sebuah pernyataan dari lawan jenis.

Heuuummm..., agak kaget sih dengan pertanyaan itu. Berasa dapet pertanyaan menjebak di antara pembicaraan ringan antar teman. Apalagi yang nanya lawan jenis dan belum pernah interaksi secara real, face to face.

Enk ink enk.., bingung sempat melanda harus jawab seperti apa. Akhirnya ya mau ga mau harus dijawab. Kurang lebih jawabannya begini...

Buat saya cuma ada 'teman' atau 'teman hidup', itu saja. Pacaran atau jadian mah ga pasti ujungnya, belum tentu menikah. Pernyataan yang penting, ya cuma pernyataan tentang menikah.

He......  ;p

Mungkin prinsip saya itu bakalan jadi pro-kontra. Bukan hanya satu sisi mengenai pacaran atau tidak, tetapi mungkin juga tentang berteman dan kemudian menikah.

Yes.., that's okay TTM kalo buat saya. Teman terus menikah. 'Teman' kemudian jadi 'teman hidup'





Entahlah, dalam pandangan saya sih... kita tuh lebih apa adanya ketika menjadi teman. Ga pake jaim. Ga banyak tuntutan juga dan ga bisa dituntut macem-macem. Yang jelas sih, teman itu kan terbatas. Bisa apa adanya tapi punya batasan.

Lebih nyantei juga ngadepinnya. Iya ga? Kalo ga dikabarin, ya ga jadi bete. Biarin ajah, mungkin butuh waktu untuk dirinya sendiri. Kita juga ga harus selalu ngabarin. Seperlunya.

Kalo akhirnya Allah menjadikan 'teman' kita itu 'teman hidup' kita, berarti memang itulah jodoh dari Allah. Seseorang yang mungkin tepat, tapi waktunya saja belum tepat dan kita perlu bersabar hingga waktunya tepat. Dan rasanya, ya tinggal melangkah saja karena sudah cukup mengenal individu masing-masing.

Seorang teman sih kalo denger itu langsung nyeletuk, "Lucky i'm in love with my best friend". Jason Mraz bangeut...

Tapi balik lagi sih ke individu masing-masing.Ga semua orang bisa menjalani apa yang jadi prinsip kita. Apapun itu klo menurut saya sih yang penting kita mau bertanggung jawab atas pilihan hidup kita.


Kamis, 10 Juli 2014

My Plestine, My Gaza, My Aqsha

Rasanya sulit membendung air mata ketika mendengar kabar Israel menyerang Gaza lagi. Menyerang membabi buta dengan rudal-rudalnya tanpa pemikiran sehat. Mereka tidak pilih-pilih ketika menjatuhkan peluru-peluru besar itu. Mereka melakukannya dengan menjatuhkannya dimanapun. Di Gaza, di bumi Palestina.

Coba lihat siapa yang jadi korban kalian? Coba pikir siapa yang kalian bunuh tanpa otak jernih? Coba periksa diri kalian sendiri! Apa masih punya hati nurani?

Warga sipil telah jadi korban kalian. Anak-anak telah kalian bunuh. Bayi-bayi telah kalian renggut nyawanya. Masa depannya.

Ya, kalian memang sengaja. Itu bukan salah sasaran. Kalian sengaja membunuh mereka, anak-anak dan bayi-bayi itu. Kalian terlalu takut kelak mereka akan jadi pembela tanah Palestina yang tangguh. Kalian takut, kelak mereka yang akan melawan kalian. Mereka yang akan menang atas kalian. Seperti halnya Firaun yang sangat ketakutan akan ramalan lahirnya seorang bayi laki-laki yang kelak akan menghabiskan kekuasaannya. Dan itulah yang terjadi, akhirnya Firaun di azab oleh Allah SWT ketika mengejar nabi Musa as dan kaumnya. Itu kan yang kalian takutkan?

Ramadhan selalu menjadi bulan penuh kebarokahan bagi umat Islam. Dan Allah SWT menambahkan begitu banyak kebarokahan pada kalian rakyat Palestina. Ketika kami hanya menahan lapar, haus, dan nafsu, maka Allah SWT menambah nikmat perjuangan kalian. Allah SWT menambahkan kekuatan besar agar kalian tetap teguh melawan Zionis. MasyaaAllah, perjuangan kami tidak seberapa.

Ya Allah..., harusnya kami malu ya. Masih saja kami lalai, masih saja kami beralasan. Dan kami sangat iri pada mereka, pada rakyat Palestina. Ya Allah, ketangguhan mereka mengalahkan segalanya. Sedang kami masih sangat lemah. Sedang kami masih belum paham akan teror lain yang diberikan pada lingkungan kami. Kami masih sangat naif.

Saatnya membuka mata. Membuka hati. Membuka pikiran. Membuka wawasan. Ketika zionis memberikan serangan berupa peluru kepada rakyat Palestina, maka sesungguhnya zionis menyerang kita dengan peluru pemikiran. 

Mereka meluncurkan peluru pemikiran yang akan menghacurkan iman kita sedikit demi sedikit. Meluruhkan keteguhan kita akan kebenaran aqidah kita. Kita harus semakin waspada.

Kita harus sama-sama berjuang melawan zionis. Kita mendukung rakyat Palestina sepenuh hati.

Kita mendo'akan mereka, karena sesungguhnya mereka pun tak luput dari mendo'akan kita.

Kita menyisihkan harta kita untuk mereka, karena sesungguhnya dalam kondisi apapun mereka tidak pernah luput untuk menyisihkan hartanya untuk kita yang tertimpa bencana.

Kita satu, kita saudara, kita adalah tubuh yang sama. Kita adalah muslim.

Dan terima kasih yang sangat besar untuk mereka, karena mereka tetap berjuang di sana. Bertahan di sana untuk menjaga Masjid Al Aqsha. Masjid suci kaum muslim. Masjid dimana ketika kita sholat di dalamnya maka akan Allah SWT kalikan 100 nilainya. MasyaaAllah. Tidak sedetikpun akan mereka tinggalkan meskipun sesulit apapun yang harus mereka hadapi.

Ya Allah, Ya Rabbana.., betapa menyadarinya kami rasa terima kasih kami tidak akan pernah cukup. Hanya Engkau yang dapat membalasnya. Hanya Engkau yang bisa menyediakan tempat terbaik di jannah-MU. Berkahilah kami, berkahilah Ramadhan kami,

Ya Allah..., semoga Ramadhan ini menjadi bulan kemenangan kami. Kemenangan umat-MU. Kuatkanlah kami. Teguhkanlah kami di jalan-MU. Aamiiiiiin......






Kamis, 12 Juni 2014

Prepare for The Trip

Agak excited nih ceritanya... Karena ini pertama kali pergi ke daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta sana pake mobil sendiri. Biasanya kan pake kereta, jadi gak ada celah buat udar-ider.

Yang kebayang sama saya itu kalo pergi keluar kota naik mobil sendiri pasti bisa nyempetin ke tempat-tempat wisata yang khas ataupun wisata kuliner. apalagi kalo kota yang dikunjungin itu gak ribet. Bisa kebayang tanpa nyasar. Ahhh..., sok jagoan nih... =))

Jadilah sebelum berangkat hari Jum'at nanti saya sibuk browsing wisata kuliner yang recommended. Ahhaayyy...

Dapet deh beberapa informasi yang menarik dan tentunya destinasi yang cukup menarik dikunjungi. Di antara celah acara keluarga, mari kita sempatkan untuk menoreh pengalaman baru dalam sejarah hidup ini. Cieeehhh.... Jangan lupa kamera tentunya, dan kipas wajib dibawa ke daerah panas seperti Semarang dan Yogyakarta. :D

Cerita selengkapnya perjalanan saya nanti, semoga bisa saya sharing juga di sini. Tunggu saja ya... Insyaa Allah.

 Semarang, I'm coming

Yogyakarta, I'm coming again and again

Kamis, 08 Mei 2014

Bangun Cinta

Kata pujangga cinta itu luka yang tertunda
Walau awalnya selalu indah
Bila bukan jodohnya siap-siap tuk terluka

Kata pujangga bangun cinta itu tak semudah
Tak secepat hati jatuh cinta
Namun bila jodohnya kita pasti bahagia

Lebih baik bangun cinta daripada jatuh cinta
Jatuh itu sakit, bangun itu semangat
Lebih baik bangun cinta daripada jatuh cinta
Meski tak mudah namun cinta jadi punya tujuan

Sampai kapan bermain cinta (bermain cinta)
Ku ingin bahagia tetap selamanya untukku...


Bangun Cinta by AMPM


Membaca lirik lagu ini sambil menyanyikannya.., (kayak yang suaranya bagus ajah...) mengingatkan saya dengan sepenggal quotes dari bukunya Ustadz Salim A. Fillah yang berjudul Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta. 

Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
Jatuh cinta dan bangun cinta
Padamu, aku memilih yang kedua
Agar cinta kita menjadi istana, tinggi menggapai surga

Jatuh cinta? Tepatnya sih saya belum pahami jatuh cinta itu seperti apa. Kata orang sih jatuh cinta itu berjuta rasanya dan ketika ditinggalkan oleh orang yang udah bikin kita jatuh cinta bakalan patah hati. Nah patah hati itu kayak gimana ya? Rasanya blom paham juga. Selama ini sih klo suka sama seseorang dan kemudian orang itu menikah, rasanya ya biasa ajah. Turut bahagia malahan. Cuma sesekali aja kali ya merasa 'Koq bukan gw duluan ya...' =))

Saya juga bukan termasuk orang yang gampang punya rasa ama seseorang. Butuh usaha dari diri sendiri. So, bangun cinta rasanya tepat buat saya.

Bangun cinta itu tidak mudah klo kata AMPM. Bangun cinta itu butuh semangat untuk mencapai suatu tujuan, yaitu bahagia bersama jodoh kita selamanya.

Sedangkan menurut Salim A. Fillah, bangun cinta itu untuk menjadikan cinta kita menjadi istana yang bisa menggapai surga. Bahagia dunia-akhirat bersama jodoh kita.

Jatuh itu sakit. Berarti jatuh cinta itu sakit karena cinta ya... Apalagi jatuhnya bukan dengan seseorang yang 'seharusnya'. Bukan dengan seseorang yang Allah halalkan untuk kita. Sakiiittt... Cinta itu luka yang tertunda. Soalnya kita akan berharap dengan seseorang yang belum punya kewajiban untuk bisa kita harapkan. Siap jatuh cinta ya siap untuk terluka. Hayooo...

Jujur saya hanya ingin merasakan cinta itu satu kali. Membangun cinta dengan seseorang yang menjadi jodoh di dunia dan akhirat. Cinta yang dibangun atas dasar keyakinan bahwa inilah seseorang yang Allah pilihkan untuk saya. Seseorang yang mau bekerja sama membangun istana itu. Karena itu memang harus dibangun bersama.

Tidak selamanya lancar jaya itu pasti. Ada sedih, tangis, marah, kecewa, itu sangat mungkin. Itulah perjalanan membangun istana indah itu. Akan selalu dibutuhkan usaha, usaha bersama. Dan karena kebersamaan itulah pasti akan selalu ada senyum, tawa, haru, tangis bahagia sebagai pelipur hati dan jiwa.

Akan selalu ada jalan atas kehendak-NYA. Akan selalu terjadi atas skenario-NYA. 
Hanya pada Allah mampu bersandar agar tetap kuat diterjang badai seperti apapun.

In syaa Allah...


*setahun berlalu lantas apa... hanya Allah Yang Tahu kan...* 08052013-08052014

Rabu, 12 Februari 2014

My Old Man

A little bit story about my old man...

My old man it's only a man in my life right now. Posisinya belum diberikan Allah untuk tergantikan saat ini.

Seorang ayah akanlah selalu istimewa untuk putrinya. Akan ada sesuatu dari seorang pria yang ia pilih untuk menjadi pendampingnya kelak adalah inspirasi dari ayahnya. :)

Tapi kali ini, saya tidak akan bercerita tentang inspirasi untuk pendamping masa depan. Tetapi hanya bercerita tentang seorang ayah dan saya.

Ayah saya kini usianya telah 60 tahun. Terkesan tua ketika dilihat dari angka. Tapi jangan salah, ketika orang-orang melihatnya, orang-orang tidak akan menilai beliau setua itu. Selain memang mukanya yang terlihat lebih muda dari usianya, alias baby face, gayanya pun tidak terlihat tua. Di usia setelah masa pensiunnya, ayah saya masih gemar mengenakan celana jeans dan kemeja kotak-kotak. Cukup stylish bukan?

Punya ayah yang terlihat 'berjiwa muda' sebenarnya cukup menyenangkan. Ayah kita tidak akan terkesan tua oleh permasalahan kita. Dengan kata lain tidak dibuat banyak pikiran. Terlihat menikmati hidupnya. 

Jalan berdua dengan ayah pun terkadang saya lakukan. Entah hanya untuk membeli sesuatu atau hanya ke suatu tempat. Sehubungan saya anak bungsu dan belum menikah, maka jika butuh sesuatu, ayah akan meminta saya untuk mengantarnya. Ataupun saya diantar oleh ayah saya.

Ketika berjalan hanya berdua dengan ayah saya, kadang terasa sedikit 'aneh' buat saya. Hal ini terkadang muncul dari cara pandang orang lain terhadap saya dan ayah saya. Seolah-olah mereka itu menerka-nerka saya itu anaknya atau istri mudanya. Menyebalkan.

Ketika berada di suatu toko yang pernah saya kunjungi bersama ayah saya, dan kebetulan saat itu ayah saya tidak ikut. Saya ditemani ibu saya saat itu. Tiba-tiba penjaga tokonya berkata, "Mbak, Aa-nya ga ikut?"

Saya sedikit terperangah dan berpikir Aa yang manakah itu. Ternyata ibu saya pun sedikit kaget dan berpikir dengan siapa saya pernah ke tempat ini.

"Ohh... Itu sih Aa-nya yang ini." Sahut saya begitu teringat pernah diantar siapa ke toko ini seraya menunjuk ibu saya.

"Ohh bapak..." Ibu saya berseloroh.

"Ohh bapaknya." Mbak penjaga toko berseloroh juga.

Saya jadi kepikiran setelah kejadian itu, apakah saya yang terlihat ketuaan. Soalnya usia saya dan ayah saya berbeda 30 tahun. Usia yang pas antara ayah dan anak. Tapi kenapa masih ada orang yang suka mengira-ngira tidak penting begitu. Toh, masih banyak yang suka mengira saya masih anak kuliahan. Hehehe...

Gara-gara beberapa peristiwa seperti di atas, saya jadi terpikir untuk mencari pendamping hidup yang tidak terlihat 'tua'. Simpel sih maksudnya, biar orang-orang ga ketuker mengira-ngira yang mana ayah saya, yang mana suami saya. Hehehe... ***




Senin, 10 Februari 2014

Masa Lalu, Sekarang, dan Akan Datang

Beberapa hari yang lalu, saya dan ibu terlibat dalam pembicaraan flashback. Kita membicarakan sesuatu yang terjadi beberapa tahun lalu dan lebih tepatnya bukan tentang saya sendiri.

Sebenarnya cerita ini lebih ke ibu dan kakak saya tentang seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan kakak saya. Sesosok pria ini punya masa lalu, masa lalu yang bisa dikatakan kurang baik. Meski itu hanya satu peristiwa.

Mungkin bagi sebagian keluarga yang lain, hal itu akan menjadi masalah untuk menerima sesorang menjadi menantunya. Tapi saya bersyukur, keluarga saya mempunyai kelapangan dalam melihat suatu peristiwa. Mereka tidak sebegitu saja menentang tetapi lebih mengembalikan pada yang menjalani.

Kalau menurut ibu saya, "Ga terlalu masalah lah masa lalunya seperti apa. Bagi ibu, yang penting sekarang dianya kayak gimana."

Hal ini saya terjemahkan dalam akun twitter dan status saya menjadi  :
 
Mom said: Seperti apapun masa lalunya, yang terpenting itu sekarang (dan akan datang) seperti apa.

Ya.., pada akhirnya ketika mereka tidak berjodoh ya bukan karena masa lalu itu tetapi lebih karena memang bukan jodohnya dan kebetulan ada sikap pria itu di masa sekarang yang kurang berkenan untuk orang tua saya.

Saya selalu percaya bahwa orang tua saya cukup bijaksana menilai seseorang. Tidak terlalu disibukkan dengan bibit, bebet, bobot tetapi lebih kepada sifat dan sikap yang bersangkutan. Lebih melihat apa yang terjadi sekarang, yang paling mungkin untuk mempengaruhi masa depannya dan masa depan kita juga.

Saya pribadi pun lebih melihat masa lalu itu sebagai kenangan, sebagai pembelajaran buat kita pribadi ataupun orang lain. Terkecuali masa lalu itu fatal dan akan sangat mempengaruhi untuk masa depan, maka akan perlu sebuah kajian dan diskusi mendalam.

Saya pribadi suka merasa kagum dan hormat terhadap seseorang yang akhirnya memilih hijrah pada jalan kebaikan. Memilih memperkuat iman dan takwa-nya meski harus meninggalkan sesuatu yang 'bergemerlapan' di masa lalunya. Ia mantap memilih yang lebih baik.

Setiap orang punya masa lalu masing-masing. Meskipun itu adalah pilihan masing-masing pribadi. Namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana menjadikannya pembelajaran. Bagaimana kita akan mengukir masa depan. Bersyukurlah ketika hal yang buruk itu kemudian Allah gantikan dengan sesuatu yang berkali-kali jauh lebih baik. Jagalah kebaikan itu.

Kalau menurut suatu pepatah, lebih baik jadi mantan penjahat daripada jadi mantan ustadz. ***




Kamis, 27 Juni 2013

Bunyi


Bunyi itu mengalun lembut tapi tegas
Sejak saat itu
Saat dirimu memulainya
Bunyi itu terus kembali
Setiap bunyi membawa pesan
Pesan biasa
Pesan serius
Pesan lucu
Bahkan....
Pesan konyol
Senja, malam, pagi, siang, sore, hingga kembali senja
Membiasakanku mendengarnya
Senang? Ya....
Seolah ada yang mengisi satu sisi hidupku
Kaget? Terlebih lagi.
Bukan aku terbiasa begini
Kemudian setelah itu tidak sama lagi
Bunyi itu tergerus waktu
Tidak sama lagi
Kembali pada titik awal
Tapi rasanya tidak pernah sama
Aku pernah mendengarnya
Bunyi itu pernah hadir
Dan kini pergi
Seucap andai terngiang
Andai bunyi itu tidak pernah hadir

Senin, 24 Juni 2013

Me And My Sisters Anniversary Wedding


Hari ini, 24 Juni 2013, satu tahun Mba Ratih dan Mas Anda telah mengikat janji. Tepatnya pada 24 Juni 2012 yang lalu.

Satu tahun pastilah masih terasa begitu istimewa. Awal pernikahan yang telah diuji dengan berbagai hal. Pernikahan tanpa pacaran dan kemudian kehilangan buah hati yang telah dinanti. 

Masih pendek usia pernikahan itu, ya masih belum terlalu banyak bergejolak tanpanya. Tapi setiap awal harus mampu dilewati dengan baik sebagai dasar pijakan. Sebagai tolakan untuk terus melangkah maju. A good memory to remainded someday.

Semoga senantiasa diberkahi, dilimpahi sakinah, mawaddah, warrahmah. Semakin baik keduanya.

Mas Anda 'n Mba Ratih

****

Sekian tentang ucapan dan do'anya, mari kita melipir ke sisi lain cerita ini dari sisi saya. Hehehehe....

Masih teringat setahun lalu rempong bin riweuhnya ngebantuin nikahannya mereka berdua ini. Kesana-kemari, dari mulai jadi sopir ampe nentuin menu catering. Yang mau nikahnya sibuk sendiri tuh. Ampe akhirnya saya ngerasa ga mau nikah buru-buru karena ga mau ngerasain capek yang sama. Puifh.... 

Tapi tenang aja..., rasa enggan itu hanya sesaat koq. Berganti tahun, bergantilah rasa itu. Lha wong capeknya juga udah ilang.

Saya ma mba Ratih usianya beda 1 tahun kurang sepekan. Sepekan kemudian mba Ratih akan genap berusia 1 tahun, lahirlah saya. Dekat sekali ya selisih usia kita berdua.

Kalau dipikir-pikir, idealnya sih..., menikahnya juga begitu. Selisih 1 tahun kurang sepekan. Tapi sudah terlambat. He.... Apalagi mau ngeduluin, udah ga mungkin.

Harus sedih ga ya? Ga lah.... Bahagia aja deh. Bahagia masih bisa menikmati banyak kesempatan yang mungkin nanti ga bisa dijelajahi lagi. ^^ 

Semuanya ga harus sama. Semuanya punya cerita sendiri. Semua pasti bahagia. Hihihihi.... Ini bukan kamuflase lho. Percaya deh !!!! ~,^ *tink*









Sepatu Baru Ibu

Ibu membeli sepatu olahraga baru. Sepatu berwarna biru unik dengan model yang tidak terlalu sporty.

Layaknya sepatu baru pasti bahannya masih belum luwes. Inilah yang selalu jadi masalah buat ibu. Ketidaknyamanan ketika memakai sepatu baru. Apalagi jika ukuran kedua kakinya tidak sama persis. Salah satu kaki akan terasa tidak nyaman.

Dan seperti biasa, karena ukuran kaki saya lebih pendek sekitar 0,5 cm, ibu sering meminta saya untuk memakai sepatunya untuk pertama kali hingga bahan sepatu tersebut jd luwes.

Begitupun dengan sepatu olahraga biru unik baru kepunyaan ibu. Bahannya masih terasa belum luwes. Maka dari itu, ibu langsung meminta saya untuk memakainya terlebih dahulu hingga lebih luwes bahannya.

Meskipun awalnya merasa ingin menolak karena pasti ketidaknyamanan itu ada. Tapi jadi kasian juga kalau ibu kesakitan kakinya ketika pertama kali memakainya. Setidaknya saya tidak akan merasa sesakit ibu ketika pertama memakainya. Ya karena kaki saya tidak sebesar kaki ibu.

Akhirnya dipakailah sepatu olahraga biru unik baru itu. Ya terasa sedikit kaku memang. Tapi saya berusaha cuek aja dan tetap memakainya berolahraga. Semakin lama, semakin aktif gerakan olahraga aerobiknya, semakin terasa sakit kaki kanan saya. Tapi berhubung rasa sakitnya biasa saja dan saya sedang semangat untuk olahraga, jadi saya tetap melanjutkan hingga akhir dengan semangat.

Dipakai saya saja masih sakit, apalagi dipakai ibu. Mungkin perlu beberapa kali pakai lagi. Ibu masih harus bersabar untuk memakai sepatu barunya. Semoga nanti ibu nyaman memakainya. InsyaAlllah ya bu. <3

Sepatu Olahraga Biru Unik

Senin, 29 April 2013

Khaira Syahida Hangkasa


20 April 2013, terbacalah sebuah nama cantik yang tertulis pada papan yang kelak akan abadi bersamanya.

Khaira Syahida Hangkasa... 

Nama cantik itu milik seorang makhluk Allah nan imut yang hanya kulihat wajahnya satu kali saja secara langsung. Ya.., aku melihat wajahnya ketika ikatan kain kaffan dibukakan di dalam kuburnya. Tempat peristirahatannya terakhir di dunia ini.

Hanya sempat sesaat... Sejenak...

Dan Khaira pun belum sempat melihat dunia ini. Kau telah pergi meski masih dalam rahim bunda. Sesaat saja, hanya sesaat lagi ketika Khaira benar-benar diharapkan hadir di muka bumi ini. Satu bulan lebih lagi, tidak lebih dari dua bulan lagi.

Kepergian makhluk kecil ini, membawa pada dua perasaan berbeda. Sedih tentu saja. Tetapi kebahagiaan pun menyerbak dalam kalbu.

Sedih karena Khaira pergi tanpa sempat melihat dunia. Sedih karena masih banyak yang ingin ayah dan bundanya berikan. Dan saya percaya, ayah dan bundanya mampu memberikan pendidikan yang lebih baik dari kebanyakan orangtua di luar sana. Kelak, insya Allah, Khaira akan mampu menjadi muslimah yang baik.

Tetapi di sisi lain, begitu bahagia karena Allah sayang Khaira. Allah sayang ayah dan bundanya Khaira. Allah tidak biarkan Khaira merasakan 'kotor'nya dunia ini. Allah membiarkan Khaira senantiasa suci. Allah pun Maha Tahu akan ketegaran hati ayah dan bundanya Khaira. Allah Maha Tahu bahwa ayah dan bundanya akan mampu melewati ini semua.

Allah menjadikan Khaira Syahida Hangkasa bidadari surga untuk ayah dan bundanya. Tabungan kebaikan untuk ayah dan bundanya.

Semoga kelak berkumpulah kita di Surga-Nya. Amin Yaa Rabbal 'Alamin...

Selasa, 19 Februari 2013

BCL 17022013

BANDUNG - Kondisi lingkungan yang kurang nyaman dan bersih serta belum disiplinnya masyarakat dalam membuang sampah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) gencar mensosialisasikan Budaya Cinta Lingkungan (BCL). 
Sumber: http://www.beritabogor.com/2013/01/budaya-cinta-lingkungan-digiatkan.html


Ahad, 17 Februari 2013 adalah gilirannya BPSR mewakili DISKIMRUM untuk berpartisipasi dalam BCL. Diberikanlah Surat Tugas kepada beberapa orang pegawai. Dan saya salah satunya.

Hari libur, harus bekerja. Rasanya gak banget deh. Tapi saya cuma mikir satu hal, ini kan melakukan sesuatu untuk membuat suatu perubahan. Pengalaman baru. Jadi, saya pikir asik asik aja deh. Dan menyisipkan di antara jadwal yang lain. Ke undangan, nganter ortu, BCL, jemput ortu.

Kalo nyapu Gasibu sendirian kan malah aneh. Nah ini, bareng-bareng, rame-rame, jadi gak aneh dunk. Hihihi....

Wah, amazed banget liat Lapangan Gasibu pasca pasar kaget. Berantakan, sampah dimana-mana. 

Pasukan siap tempur menuju medan pertempuran

Dan pasukan pun akhirnya mulai bekerja. Sapu-sapu dan angkut-angkut sampah dengan peralatan seadanya. Angin yang berhembus kencang membuat sampah yang terkumpul kadang berlarian. Sampah harus dijaga dengan segera dan dibuang di tempatnya.

Karena tidak semua perwakilan Dinas dan Biro hadir, maka area yang harus dibersihkan pun menjadi cukup besar. Sehingga memakan waktu yang lebih banyak dari biasanya. Sekitar 1 jam kami habiskan untuk membersihkannya, padahal biasanya hanya sekitar 30 menit. 

Bersih-bersih, angkut-angkut

Setelah gotong-royong membersihkan Lapangan Gasibu, akhirnya lapangan tersebut terlihat jauh lebih baik. Lebih nyaman untuk dapat digunakan kembali. Perspektif kita pun dapat menjadi lebih baik dan positif.

Looks nice, right !!

Apa yang saya bisa simpulkan dari kegiatan hari Ahad tersebut adalah satu hal terlihat dengan jelas, masih banyak orang yang tidak peduli dengan lingkungan. Masih banyak yang bersikap masa bodoh untuk tetap menjaga lingkungan bersih. Perilaku yang patut disayangkan sebenarnya, mengingat efek panjang yang mungkin disebabkan nantinya.

Hal sederhana yang bisa dilakukan setiap orang, dan berakumulatif menjadi banyak orang akan menciptakan efek yang luar biasa. Coba deh !!

Ya !! Buanglah sampah pada tempatnya !!

Cukup sederhana bukan? Jika semua orang mau membuang sampah pada tempatnya dan memilahkannya. Maka kerja para petugas kebersihan akan lebih efektif dan efisien sehingga wilayah yang tergarap jadi lebih banyak. Dan pada akhirnya akan mengurangi resiko banjir yang sangat merugikan.

Harapan sederhana saya, semoga Budaya Cinta Lingkungan akan mengalir pada darah masing-masing orang. Akan mengakar pada generasi selanjutnya juga. Dan kita semua akan merasakan hasil positif berkepanjangan.


BCL... Bersih! Bersih! Bersih! Bersih! YES !!!!

Senin, 14 Januari 2013

Hanya Bercerita... (1)

Jum'at, 4 Januari 2013 @ Sarimukti

Waktunya Jum'atan. Dan saya sendiri ditinggal di gudang. Semua orang pergi. Mungkin ke masjid untuk sholat Jum'at.

Iyalah.., daripada di gudang bersama saya., terus diomelin gara-gara gak Jum'atan. Ditanya a, b, c, d.

Abis menyantap bekal makan siang karena perut dan kepala sudah tidak menahan, saya berjalan-jalan ke luar gudang. Penasaran. Seberapa banyak kegiatan terjadi saat waktunya Jum'atan.

Ternyata tidak berhenti. Masih ada pekerja yang bekerja. Meski hanya beberapa saja. Atau bahkan beberapa orang duduk-duduk di warung. Dan masih banyak pemulung yang berusaha mencari sampah.
Sedikit miris... Dan berseliweran tanya dalam benak saya. Apa mereka tidak peduli dengan kewajibannya? Atau terlebih lagi mereka bukan muslim?

Tapi sejauh yang saya tau, 85% penduduk Indonesia mengaku sebagai muslim.

Apa mereka khawatir bahwa badan mereka kotor dan berbau, sehingga akan mengganggu jemaah yang lain?

Jika cuma itu alasannya, rasanya solusinya mudah. Liburkan diri saja dari memulung. Khusus untuk hari Jum'at. Sedangkan untuk pekerja dilakukan piket bergilir. Menghindari dari larangan untuk tidak boleh tidak mengikuti sholat Jum'at selama 3 kali berturut-turut.

Libur sehari rasanya tidak akan memutus rezeki seumur hidup. Justru akan mencuri perhatian Allah. Betapa manusia tidak berputus asa akan rahmat-Nya.

Jauh di luar sana, orang yang telah memiliki jabatan tinggi dan kekayaan berlimpah pun berusaha untuk menjalankan kewajibannya dengan baik. Bahkan melaksanakan ibadah yang sunnah dengan tidak minimalis

Jika ada yang tiba-tiba berkomentar, "Mereka kan diberi lebih oleh Allah. Kita gak dikasih apa-apa."

Justru karena bersyukur, mereka tidak lupa dengan Rabb-nya, ikhtiar dengan niat yang baik, maka Allah tidak berhenti melimpahkan rezeki yang barokah.

Senin, 07 Januari 2013

Saya Takut Mati



Saya dulu takut mati. Semenjak saya masuk Islam, saya tidak takut lagi mati. Yang saya takuti mati di luar Islam.

Jerry D. Gray


Beberapa penggal kalimat dari seorang mualaf mantan anggota Angkatan Udara Amerika Serikat, Jerry D. Gray, dalam acara Chatting Dengan YM mengingatkan saya pada peristiwa di masa lalu.

Saya seseorang yang lahir sebagai muslimah dari keluarga muslim, saat itu masih setengah hati dalam menjalankan keislaman saya. Belum sempurnalah Islam saya.

Saat itu saya belum berhijab. Saya masih menjadi 'muslimah' yang cuek. Cuek akan kebaikan untuk diri saya sendiri. Meski keinginan berhijab sudah muncul, tapi selalu naik-turun.

Pada awalnya, saya biarkan rasa tak menentu itu berujung dengan sendirinya. Saya tidak berusaha untuk apapun. Membiarkan kata hati saya berjalan dengan sendirinya. Tapi pada suatu masa, saya mulai terpikir untuk berusaha 'membantu' menguatkan hati saya. Mencari cara meneguhkan tekad dalam diri. 

Hingga saat itu tiba-tiba. Selalu ada penampakan yang membayangi kehidupan saya. Ada sekelebat gambar yang seolah 'menekan' saya. Rasa takut muncul dalam diri saya. Penampakan itu semakin besar dan besar. Muncul ketika saya terpenjam. Hadir dalam sujud saya kepada Sang Pencipta. Saya pun ketakutan. Saya takut. Saya takut mati. Dan saya takut mati bukan sebagai muslimah. Penampakan itu adalah penampakan simbol agama lain. Seolah mengingatkan saya. Saya takut mati bukan sebagai muslimah. Sebagai muslimah saya harus berhijab. 

Penampakan itu akhirnya yang membulatkan tekad saya. Tekad untuk memperbaiki diri. Berhijab. Dan setelah itu terus memperbaiki diri.

 


Selasa, 25 September 2012

Picture Of Me


Yup.., this is what i think how this picture describe about me...

Saya selalu merasa hidup saya penuh warna, dan saya selalu ingin menambah warna-warna itu. Semakin banyak warna, semakin kaya akan pengalaman. More colorful, more riches.

Tentang foto diri saya, gak da yang istimewa. Foto yang saya suka dan diambil pada kelima kesempatan yang berbeda. Hanya menggambarkan saya secara fisik.

Kelima gambar lainnya menggambarkan lima hal paling saya sukai dari hidup saya dari beberapa hal yang memang saya sukai.

Gambar model pakaian menunjukkan 'passion' saya dengan dunia fashion. Saya bukanlah seorang 'trendsetter'. Ataupun seorang 'fashionista'. Tapi suka juga bukan seorang 'fashion-phobia'. Saya suka fashion yang masuk dengan selera saya dan tata nilai yang saya punya. Yang penting 'GW' banget dan pede makenya. Tapi untuk soal pengetahuan, it's unlimited. Apapun saya cari tahu ataupun baca. Kepo positif-lah... ^^

Buku-buku itu menggambarkan hobi saya terhadap membaca. Meski belum bisa menyaingi orang-orang hebat yang punya waktu khusus membaca sekian jam dalam satu hari. Di zaman modern ini, membaca gak terbatas ma buku ataupun majalah dan sebagainya dunk. Browsing-browsing cari artikel bagus juga bisa jadi bahan informasi yang bagus koq. Hampir tiap hari saya lakukan itu. Untuk dapet suatu input baru. Membaca situasi juga bagus lho. =D 

Buah dan sayur.., hmmm.... Itu hal yang belum lama saya sukai. Tetapi ketika kesadaran saya meningkat akan kesehatan dan kebaikan yang ada di dalamnya. Mereka jadi sesuatu yang saya cari-cari. He... Seperti bagian terbesar dari hidup saya kini. Memulai hari dengan buah dan mengisi hari dengan sayur. Love it so much dach...

Suka aja ma yang namanya liat rumah bagus. Terutama dari segi interior-nya. Seperti suatu hal yang gak harus mahal tetapi bisa terlihat sangat bagus. Asalkan pas tentunya. Dan untuk sebuah rumah, haruslah homy. Meski ampe sekarang belum dapat kamar impian, tapi suatu saat nanti insyaAllah akan terwujud. Aamiiiiiin...... Gak cuma kamar, tapi juga rumah impian.

Ketika harus menggambarkan kecintaan saya ma dunia seni, agak bingung nih gambar apa yang harus dipake. Karena hampir semua dunia seni itu saya suka. Filosofinya cuma satu ah.., pensil warna itu warna-warni dan bisa menghasilkan komposisi yang indah. Gitu deh seni buat saya, macem-macem dan menghasilkan sesuatu yang indah, setidaknya punya makna.

Just that.., a simple way to describe me.

Jumat, 10 Agustus 2012

The Diet

Uh no.., timbangan koq makin naik ya..?? Mulai berasa sesak nih. 63 lebih pastinya. Maybe 64.. :O

Dan lucunya, tapi kayaknya sih perasaan saya ajah, bangku kuliah tuh nyesekin banget. Hehehe...

Saya, perempuan cuek yang gak terlalu peduli sama urusan berat badan akhirnya mulai terusik. Mulai berpikir 'to get normal'. Menyeimbangkan diri lah, meski gak kan seperti waktu SMA. Karena saya berpikir, bertambahnya berat badan saya itu gak sehat.

Toh, berat badan saya naik dan gak bisa turun-turun itu disebabkan faktor kimiawi dari luar. Merusak metabolisme badan. Weiss.., apaan tuh..?? Iya, saya jadi tambah 'ndut trus setelah diopname. Keluar rumah sakit aja, saya naik 5 kg..!! Uh no..!! 

Saya semakin semangat pas liat foto seorang laki-laki. Apa hubungannya coba..?? Gak ada. Saya juga gak ngerti. Lagian siapa tuh cowo bwat hidup saya ya... Hehehe... Temen. Tapi kalo sekarang saya pikir.., ambil hikmah terbaiknya aja deh... ^^ He made me get the passion although his nothing in my life. Thanks bro...!!

Diet it's mean control what u eat, bukan ngurangin apa yg dibutuhin badan. So, mulailah saya dengan pola makan yang baik. Nambahin makanan yang manfaat dan mengurangi yang buruk bwat badan saya.


Sebenernya sih udah pernah ingin mencoba teknik-teknik tertentu dari sebelum-sebelumnya, tetapi selalu terkendala ma malas dan kekhawatiran akan aktivitas yang bejibun.

Dan sebagai seorang muslim ataupun muslimah, gak ada salahnya koq untuk ber-diet. Diet sesuai tuntunan Rasulullah saw. Mengikuti sunnah Rasulullah saw. ketika bersantap makanan. Dan ketika menjalani ini, justru saya semakin bersyukur dunk, bahwa saya muslimah dan tuntunan Islam itu isinya kebaikan. I feel better when i'm doing this diet. Gak jauh-jauh ke konsep ilmiah yang manusia beberkan masa kini, ternyata pedoman ini sudah ada sejak zaman Rasulullah saw. So.., kita tinggal ngikutinnya aja.

Bicara tentang sunnah Rasulullah saw. dalam hal 'pencernaan' ini justru diikuti oleh bangsa lain yang bukan muslim. Mereka aja percaya, kenapa kita gak ngikutin ya.

Approximately 9 month.., berat saya dah kurang 8 kg-an nih... Gak selalu turun sih.., dan emang terkesan lama. Tapi saya pilih lama dan bertahan daripada cepet dateng-cepet pergi. Kata orang kan.., easy come-easy go. I hope so... 

Behind all the story.., ada alasan-alasan khusus dari semua cerita tentang 'The Diet' ini... Hmm.., apa ya..?? Kasih tahu gak ya..?? #alay

Saya selalu berpikir, bahwa... what i have is not for public consumption alias gak mau jadi bahan pelototan orang lain (ada cerita trauma di balik ini waktu belum berhijab... sssttt...). So, biarlah orang-orang liat saya yang 'ndut dan not too shaping.. Uh no..!! Yang tertutup itu cuma buat yang spesial kali... Yang terbaik yang bisa diberikan. ;p

Tahun demi tahun berlalu (#lebay) koq gak niat nurunin berat badan juga ya... Apa emang belom niat nikah?! Sampai akhirnya triwulan akhir tahun kemaren, beneran deh niat saya bwat nurunin berat badan. Semangat 45..!! Niat itu udah ada. Qiqiqi... Meski butuh banyak penyelesaian urusan kehidupan saya disana-sini.

Saya berniat banget koq, klo nikah gak lebih dari 55 kg. Masih berat ya sebenarnya..?! Tapi setidaknya itu target awal lah... Pokoknya sehat duluan deh, ukuran itu bonus. ^^

So.., diet itu perjuangan untuk kembali ke fitrah bukan bersusah payah menyiksa diri. Just follow the sunnah of Rasulullah saw. Sehat dulu, ukuran itu bonus..!!  \{^,^}/



referensi:
http://www.untukku.com/artikel-untukku/food-combining-pola-makan-rasulullah-untukku.html
http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/